< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Kamis,25 April 2019

Alasan Anies Serahkan Pembangunan Stadion BMW ke BUMD, bukan SKPD - KOMPAS.com

KOMPAS.com Alasan Anies Serahkan Pembangunan Stadion BMW ke BUMD, bukan SKPD KOMPAS.com JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kekeh menugaskan badan usaha milik daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo ( Jakpro) untuk membangun stadion berstan…

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kekeh menugaskan badan usaha milik daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo ( Jakpro) untuk membangun stadion berstandar internasional di Taman BMW, Jakarta Utara. Tujuannya agar pengelolaan stadion itu nantinya lebih baik.

Menurut Anies, jika stadion itu dibangun oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga, pengelolaan stadion itu hanya ala kadarnya, seperti pengelolaan gelanggang olahraha (GOR).

"Kenapa saya menugaskan BUMD untuk melakukan (membangun stadion)? Satu, kami tidak ingin stadion ini seperti GOR, gelanggang olahraga yang maintenance-nya ala kadarnya, yang pemanfaatannya itu-itu saja," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (19/11/2018).

Baca juga: Ketua DPRD DKI Minta Stadion BMW Dibangun Dinas Olahraga agar Sewa Lebih Murah

Anies bercerita, aset yang selama ini dikelola Dinas Olahraga lebih tepat untuk kegiatan-kegiatan komunitas.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta ingin stadion BMW yang berstandar internasional digunakan untuk berbagai kegiatan, bukan hanya olahraga sepak bola.

Oleh karena itu, Anies menyebut stadion BMW lebih tepat dibangun oleh Jakpro.

"Pengelolanya harus entitas bisnis sehingga dia bisa memanfaatkan sarana baik ini bukan hanya untuk sepakbola, tapi untuk kegiatan-kegiatan lainnya, dari mulai panggung kesenian sampai dengan kegiatan festival lainnya," kata dia.

Anies mencontohkan, Jakpro telah sukses membangun arena balap sepeda Velodrome dan arena berkuda Equestrian di Rawamangun, Jakarta Timur. Keduanya masuk daftar venue olahraga terbaik di dunia.

"Jadi kita sudah punya contoh nih, bahwa dengan diserahkan kepada BUMD, mereka bisa membangun dengan standar yang tinggi dan pengelolaannya nanti B2B (business to business). Pengelolaan B2B membuat ini bisa maju dan berkembang," ucap Anies.

Baca juga: Ketua DPRD DKI Tak Setuju Stadion BMW Dibangun oleh BUMD

Terkait sikap Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang meminta kandang Persija Jakarta itu dibangun oleh Dinas Olahraga, Anies mengaku akan membicarakan hal itu dengan DPRD.

Dia meminta suporter Persija, Jakmania, berdoa agar pembangunan stadion BMW bisa segera direalisasikan.

"Saya mohon doanya dari suporter Persija, dari Jakmania, doakan agar kita bisa segera membangun stadion itu," tutur Anies.

Prasetio sebelumnya meminta pembangunan stadion BMW dialihkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta. Dengan demikian, tarif sewa stadion BMW nantinya akan lebih murah jika stadion itu dibangun Dinas Olahraga melalui lelang terbuka.

Hal itu berbeda jika stadion dibangun oleh Jakpro.

"Kalau pembangunan stadion BMW di Jakpro, maka orientasinya komersial. Beda dengan SKPD, anggaran perawatan bisa langsung dibiayai APBD, sewa akan jauh lebih murah," kata Prasetio, Rabu pekan lalu.

Baca juga: Kapasitas Stadion BMW Direncanakan Mirip Stadion GBK

Prasetio tidak menyetujui rencana Pemprov DKI Jakarta menugaskan Jakpro membangun stadion BMW. Karena itu, Prasetio mengaku tidak akan menyetujui penyertaan modal daerah (PMD) sekitar Rp 1,5 triliun yang diajukan Jakpro dalam APBD DKI 2019 untuk membangun stadion BMW.

Dalam perhitungan Jakpro, pembangunan stadion BMW membutuhkan dana Rp 4,5 triliun selama tiga tahun.

Author
Penulis

Andri Donnal Putera

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.