< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Sabtu,17 November 2018

Bertemu Ibu-ibu, Sandiaga Curhat Hijrah Jadi Politikus

Berita Bertemu Ibu-ibu, Sandiaga Curhat Hijrah Jadi Politikus terbaru hari ini 2018-09-12 12:59:02 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno bercerita soal pengalaman hijrah dari seorang pengusaha hingga menjadi politikus. Curahan hati itu diungkapkan Sandiaga kepada ibu-ibu pengajian di Pondok Pesantren Nurul Huda, Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 12 September 2018.

"Hijrah saya lalui dengan jalan panjang, mulai dari pengusaha hingga menjadi politisi. Pada tahun 2015 saya bergabung dengan Gerindra bersama Pak Prabowo Subianto, dan hasilnya saya diberi kepercayaan menjadi wakil gubernur DKI," kata Sandiaga.

Sandiaga mengemukakan, pengalaman hijrah itu kembali berlanjut. Menurut dia, saat ini dia berhijrah dari wakil gubernur menjadi bakal calon wakil presiden. Sandiaga mengaku, tekad hijrah sebagai cawapres semata untuk meningkatkan ekonomi umat.

"Hari ini saya berhijrah lagi meninggalkan wagub untuk meningkatkan ekonomi umat dengan menjadi cawapres. Ini kesempatan kita memperbaiki ekonomi umat," ujar Sandiaga.

Sandiaga menyebutkan, Indonesia harus melakukan hijrah dari sektor ekonomi. Ia pun telah menyiapkan konsep ekonomi silaturahmi. Sandiaga menilai, beban hidup masyarakat semakin berat sehingga dibutuhkan hijrah dari sektor ekonomi.

"Kita harus berhijrah perkuat ekonomi umat, ekonomi kota/desa dan perkampungan. Kita kuatkan dengan ekonomi berbasis silaturahmi, selain memperpanjang umur juga menambah rezeki. Kita juga akan membuka peluang kerja, belanja sekarang mahal, semua harga naik," ujar Sandiaga.

Sandiaga menegaskan, hijrah ekonomi yang dimaksud adalah memperkuat ekonomi kerakyatan, dengan memaksimalkan sumber daya nasional. Menurut dia, bangsa Indonesia saat ini sedang dalam zona pesimistis.

"Kita harus perkuat ekonomi rakyat, sumber nasional harus diperkuat, ekspor kita tingkatkan, kita harus revitalisasi industri kita. Industri sudah di bawah 20 persen, kita harus pastikan lapangan kerja tercipta. Kita lihat sekarang masyarakat kita dalam zona pesimis, indeks ketersediaan lapangan kerja menurut survei BI ada dalam zona pesimis," kata Sandiaga.

Author
Penulis

Lis Yuliawati

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.