< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Sabtu,16 Februari 2019

Desa-desa di India Ini Bersikeras Ganti Nama

Berita Desa-desa di India Ini Bersikeras Ganti Nama terbaru hari ini 2019-01-07 01:00:04 dari sumber yang terpercaya

Di sekitar negara bagian Haryana dan Rajasthan di bagian utara India, banyak desa yang dianggap menyandang nama `memalukan` yang berusaha mengubah nama sejak bertahun-tahun, tulis Arvind Chhabra dari BBC Punjabi.

"Nama desa saya Ganda (artinya kotor atau jelek dalam bahasa Hindi)," tulis Harpreet Kaur kepada Perdana Menteri Narendra Modi pada 2016 dalam surat resmi meminta pergantian nama. Dia menambahkan bahwa nama desanya selalu memicu ejekan yang memalukan dari siapa pun yang dia temui.

"Situasinya sangat buruk sampai-sampai kerabat kami sendiri tak henti mengejek kami," katanya.

Pada tahun 2017, PM Modi pun mengubah nama desa itu, menjadi Ajit Nagar yang tampil dengan bangga di negara bagian Haryana di India utara.

Kepala dewan desa, Lakwinder Ram, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun mereka telah berusaha mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk perubahan nama itu.

"Setelah tak berhasil, kami berpikir kalau ada anak muda yang menyurati langsung kepada PM Modi, mungkin bisa berhasil," katanya. "Tidak ada satu orang pun di desa kami yang tidak ingin nama itu diganti."

Penduduk setempat mengatakan bahwa Ganda mendapatkan nama itu ketika banjir melanda beberapa dekade yang lalu. Seorang perwira yang berkunjung setelahnya melihat puing-puing berserakan di mana-mana dan ia menyebut betapa kotornya daerah itu -dengan menyebut kata `ganda`. Sejak itu, kata mereka, nama itu menempel


Mughalsarai jadi masalah karena nama itu merujuk pada penguasa Islam di masa lalu, sedangkan di India sedang berkembang sentimen nasionalisme Hindu. - BBC

Ram menambahkan bahwa nama desa itu membuat banyak jodoh pemuda atau pemudi setempat jadi macet juga, karena vpara calon pasangan mereka -atau keluarganya, tak mau mendapatkan mempelai dari desa dengan nama yang menghinakan begitu.

"Kami sangat lega sekarang," katanya.

Tapi Ganda sama sekali bukan kasus unik.

Para tokoh dan perwakilan dari lebih dari 50 desa sejak beberapa waktu ini merecoki pemerintah India untuk mengubah nama desa -bahkan kota mereka. Alasannya beragam - beberapa nama dianggap rasis, ada yang karena terkait masalah politik, ada yang dianggap memalukan bagi penghuninya.

"Permintaan dari sekitar 40 desa telah dipenuhi dan diwujudkan," kata Krishan Kumar, seorang pejabat senior pemerintah federal.

Antara lain, desa bernama Kinnar yang berarti waria dalam bahasa Hindi, diganti menjadi Gaibi Nagar pada 2016.

Dan di negara bagian Rajasthan, sebuah desa di distrik Alwar dulunya bernama Chor Basai. Tapi karena kata chor dalam bahasa Hindi berarti pencuri, maka kata itu dihilangkan, dan sekarang nama resmi desa itu adalah Basai saja.

Tetapi proses untuk mengubah nama desa tidak selalu mudah.

Antara lain, pemerintah negara bagian harus cukup diyakinkan untuk membawa kasusnya ke pemerintah federal India, yang memiliki kewenangan terakhir.

Tetapi sebelum mereka dapat mengabulkan permintaan tersebut, berbagai lembaga lain harus pula diperoleh persetujuannya, seperti dinas kereta api dan pos serta Survey of India. Ini untuk memastikan bahwa nama baru yang diusulkan tidak ada di tempat lain di India.


Sebuah plang di Lula Ahir. - BBC

Bagi penduduk desa Lula Ahir -istilah penghinaan bagi orang cacat dalam bahasa Hindi - proses perubahan itu penuh dengan birokrasi. Kepala desa itu terlebih dahulu menyurati pemerintah negara bagian Haryana pada tahun 2016, bahwa mereka tidak bahagia dengan nama desa.

"Kami ingin mengubah nama desa kami menjadi Dev Nagar," kata ketua dewan desa Virender Singh.

Setelah menunggu selama enam bulan - mereka menerima surat penolakan, karena desa bernama Dev Nagar sudah ada di tempat lain di negara ini.

Kembali ke titik nol, dewan desa memutuskan untuk mencoba sekali lagi dengan nama lain - Krishan Nagar.

Pada bulan Juli, mereka mengira peruntungan mereka telah berubah ketika menteri utama negara bagian mengumumkan bahwa desa tersebut sudah memiliki nama baru. Namun ternyata keputusan itu belum secara resmi disetujui oleh pemerintah pusat. Disebutkan bahwa permintaan tersebut masih `sedang dalam proses`.

"Kami harus menunggu dan menunggu sejak itu," kata Singh sambil mengangkat bahu.


Stasiun kereta Allahabad adalah pusat transportasi utama India. - Ankit Srinivas

India bukan negara yang asing dengan perubahan nama tempat. Dalam suatu gelombang perubahan beberapa waktu lalu, sejumlah nama kota diganti. Misalnya Bombay menjadi Mumbai, Kalkuta menjadi Kolkata, Madras menjadi Chennai, dengan alasan masing-masing.

Ada pula yang karena alasan politik, banyak di antaranya berkaitan dengan kebangkitan nasionalisme Hindu di negara yang selama ratusan tahun dikuasai para maharaja Islam itu. Misalnya kota Allahabad diubah menjadi Prayagraj.

Kota lebih kecil dan kurang dikenal, Mughalsarai, dinilai berbau Islam juga karena didasarkan pada Maharaja Mughal, diubah menjadi Upadhyaya, seorang filsuf Hindu.

Kita juga tahu bagaimana nama negara bisa menjadi sengketa tak berkesudahan: Makedonia yang masih terkatung-katung keanggotaannya di Uni Eropa karena Yunani keberatan dengan nama negara itu yang sama dengan nama sebuah wilayah mereka.

Lalu ada pula kisah Burma-Myanmar: Selama bertahun-tahun masyarakat internasional tak mau menggunakan nama Myanmar dan ibukotanya, Yangon, yang ditetapkan oleh rezim militer untuk mengganti nama lama, Burma dan Rangoon.

Apa kabar punjangga Inggris William Shakespeare dengan kalimatnya yang sangat terkenal" Apalah artinya sebuah nama?

Author
Penulis

Endah Lismartini

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.