< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Sabtu,17 November 2018

Di Depan Pengusaha, Sri Mulyani Siap Copot Oknum Pajak Nakal

Berita Di Depan Pengusaha, Sri Mulyani Siap Copot Oknum Pajak Nakal terbaru hari ini 2018-09-14 21:15:03 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan akan mencopot petugas pajak atau bea cukai yang melakukan tindakan tidak baik atau di luar aturan. Pelanggaran yang dimaksud terkait bandelnya oknum petugas kepada pengusaha maupun para wajib pajak.

Sri meminta kepada para pengusaha supaya langsung melaporkan hal tersebut kepadanya bila ada jajarannya yang melakukan pratik-praktik pelanggaran.

"Kalau mereka punya komplain nengenai masalah perpajakan, bea cukai, kalau mereka diperlakukan semena-mena enggak jelas, ad hoc, tolong sampaikan ke kami, i will respond to that, saya akan langsung copot," kata dia dalam seminar nasional yang digelar Kadin dan Apindo di Hotel Kampinski, Jakarta, Jumat 14 September 2018.

Dia menekankan, upaya tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mereformasi praktik pengumpulan pajak maupun bea cukai agar lebih kredibel, transparan. Hal ini juga terkait pasca program Tax Amnesti yang telah diberlakukan pada 2016.

"Saya sangat senang kalau Anda semua tunjuk jelas di mana lokasinya, siapa yang melakukan akan langsung saya copot. Kami akan berusaha untuk mereform untuk cukai dan pajak," katanya.

Kemudian, dia menjabarkan, secara teknis proses pelaporan tersebut diharapkan dapat diperoleh secara sistematis. Cara ini dengan mengumpulkan setiap pengaduan dari pengusaha di kumpulkan oleh Kadin dan Apindo. Kemudian, dilaporkan secara langsung kepada Kementerian Keuangan sehingga tindak lanjutnya dapat cepat dilakukan.

Dengan adanya reformasi perpajakan dan bea cukai, dia mengharapkan adanya pertumbuhan pendapatan negara. Selama ini, dua sektor tersebut menyumbang pendapatan yang mencapai 18,4 persen.

Cara ini dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Harapannya, postur kas negara dapat dijaga agar tidak defisit.

"Kita mau buat perekonomian adil transparan dan akuntabel. Karena itu APBN kita sampai 2018 September ini yang biasanya kita defisit cukup besar, tahun lalu capai Rp224 triliun, tahun ini defisitnya Rp150 triliun jauh lebIh kecil," sebutnya.

Author
Penulis

Hardani Triyoga

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.