< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Sabtu,16 Februari 2019

Erdogan Kecam Keras Pernyataan AS soal Pejuang Kurdi

Berita Erdogan Kecam Keras Pernyataan AS soal Pejuang Kurdi terbaru hari ini 2019-01-09 11:17:01 dari sumber yang terpercaya

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam keras pernyataan penasihat keamanan nasional AS yang meminta jaminan keamanan bagi para pejuang Kurdi di Suriah.

Dalam pidato di hadapan anggota partainya di ibu kota Ankara, Erdogan mengatakan pernyataan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, pada akhir pekan "tidak dapat diterima".

"Mengenai masalah ini, John Bolton telah membuat kesalahan serius. Dan siapapun yang menganut jalan pikiran seperti ini juga membuat kesalahan," kata Erdogan.

"Tidaklah mungkin bagi kami untuk membuat kompromi pada tahap ini," cetusnya.

Selama ini pemerintah Turki menggolongkan berbagai kelompok Kurdi sebagai teroris yang menuntut pendirian negara terpisah dari Turki.

"Mereka yang berada di koridor teror di Suriah, akan mendapatkan pelajaran. Tidak ada perbedaan sekecil apapun antara PKK, YPG, PYD, dan ISIS," ujarnya.


Pasukan YPG ikut memerangi kelompok militan ISIS, tetapi juga menjadi target serangan militer Turki. - Reuters

Lebih lanjut Erdogan mengatakan, masyarakat AS tidak mengetahui berbagai kelompok Kurdi: "Apabila AS menganggap mereka sebagai `saudara Kurdi`, maka mereka berada dalam khayalan yang serius."

Dia menganggap YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang telah memperjuangkan otonomi Kurdi di Turki selama tiga dekade. YPG sendiri menyangkal memiliki hubungan langsung secara organisasi dengan PKK.

Erdogan menyatakan hal itu bersamaan dengan kunjungan John Bolton ke Ankara.

Bolton bertemu dengan para pejabat Turki untuk membahas dampak keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Bolton berusaha mendapatkan jaminan dari Turki agar petempur Kurdi - yang didukung AS - tidak diserang sebagai salah satu prasyarat penarikan pasukan AS.


Pasukan Aliansi Pasukan Demokratik Suriah yang didukung pasukan aliansi pimpinan AS. - Getty Images

Bolton Tidak Bertemu Erdogan

Para pejabat AS diberitahu bahwa Erdogan tidak dapat bertemu Bolton karena sedang mengikuti kampanye pemilihan lokal dan pidato di parlemen.

Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa tulisan Erdogan di surat kabar New York Times hari Senin lalu adalah "keliru".

Dalam tulisan di halaman opini, Erdogan antara lain meminta masyarakat internasional mendukung Turki dalam upaya memerangi milisi ISIS dan menjaga integritas teritorial Suriah.

Erdogan menulis bahwa pasukan yang didukung AS "sangat bergantung pada serangan udara yang dilakukan tanpa memperhatikan korban sipil" dan Turki adalah "satu-satunya negara dengan kekuatan dan komitmen kuat" untuk membuat stabil Suriah.

Mengapa AS Menarik Pasukannya dari Suriah?

Pada 2014, kelompok milisi Negara Islam atau disebut ISIS menguasai sekitar 100.000 km persegi wilayah Suriah dan Irak, dan menerapkan aturan brutal terhadap hampir 8 juta orang.

Saat ini, mereka diperkirakan mengendalikan hanya 1?ri wilayah yang pernah mereka kuasai.

Namun demikian, kekalahan ISIS sejauh ini belumlah final. Laporan Departemen pertahanan AS memperkirakan bahwa pada Agustus lalu kemungkinan ada 14.000 jihadis yang tersisa di Suriah dan 17.000 di Irak.

Itulah sebabnya, ketika Presiden Donald Trump secara mendadak mengeluarkan pernyataan untuk menarik pasukan AS dari Suriah, menghadapi kritikan tajam dari negara-negara sekutunya.

Trump juga mendapat sorotan keras dari penasihat militernya dan politikus Partai Republik, karena keputusan itu antara lain akan berdampak kepada keberadaan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin YPG.

Selama akhir pekan, Bolton mencoba menawarkan beberapa prasyarat untuk penarikan pasukan AS dari Suriah, agar rencana penarikan pasukan yang direncanakan berlangsung selama empat bulan tidak berujung pada kegagalan.


- BBC

Dia mengatakan kepada wartawan di Israel bahwa penarikan pasukan AS akan dilakukan dengan ada jaminan bahwa ISIS "sudah dikalahkan dan tidak mampu bangkit kembali".

Jaminan lainnya, lanjutnya, bahwa AS akan "melindungi mereka yang telah berperang dengan kami melawan ISIS dan kelompok teroris lainnya".

Bagaimana Pembicaraan Bolton di Ankara Berlangsung?

Dia bertemu dengan staf khusus Erdogan, Ibrahim Kalin, untuk membahas bagaimana penarikan AS dapat dilakukan.

Kemudian, Kalin mengatakan dalam jumpa pers bahwa dia sudah bertanya kepada Bolton tentang keberadaan senjata berat dan sejumlah fasilitas militer yang diserahkan AS kepada YPG.

"Kita seharusnya tidak mengizinkan proses penarikan AS untuk membuka peluang baru bagi organisasi teror," kata Kalin.

Kalin juga mengatakan bahwa Turki tidak akan meminta izin dari siapa pun untuk melakukan operasi militer di Suriah, di tengah laporan bahwa mereka sedang bersiap untuk menyerang kota Manbij yang dikendalikan SDF.


John Bolton berada di Turki dan beberapa negara di kawasan itu untuk membahas penarikan pasukan AS dari Suriah. - Reuters

Apa yang Dilakukan Pasukan AS di Suriah?

Sekitar 2.000 personel militer AS dilaporkan telah dikerahkan di Suriah dan pasukan darat pertama kali tiba pada musim gugur 2015.

Presiden Barack Obama saat itu mengirim sejumlah kecil pasukan khusus untuk melatih dan memberi konsultasi kepada para pejuang YPG.

Upaya seperti itu dilakukan AS setelah kelompok pemberontak Suriah yang terlibat memerangi kelompok militan ISIS dianggap tidak mampu menjalankan perannya secara sempurna.

Selama tahun-tahun berikutnya, jumlah pasukan AS di Suriah makin meningkat, dan jaringan dan lapangan udara dibangun di bagian timur laut negara itu.

Author
Penulis

Renne R.A Kawilarang

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.