< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Selasa,25 September 2018

Martina Navratilova Sorot Aksi Ngamuk Serena Williams

Berita Martina Navratilova Sorot Aksi Ngamuk Serena Williams terbaru hari ini 2018-09-11 19:19:01 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Aksi petenis Serena Williams mengamuk di final US Open menjadi kontroversi panas. Serena mengamuk usai mendapat dua penalti saat menghadapi petenis Jepang, Naomi Osaka, di final US Open.

Duel bergengsi pada Minggu, 9 Sepetember 2018, itu akhirnya dimenangkan Naomi. Kemenangan ini membuatnya menjadi petenis Jepang pertama yang menjuarai Grand Slam.

Kontroversi ini rupanya membuat juara Grand Slam 18 kali, Martina Navratilova, angkat bicara melalui kolom opini di New York Times, Senin 10 September 2018, waktu setempat atau Selasa waktu Indonesia, 11 September 2018.

Petenis Amerika Serikat, Serena Williams, saat memaki wasit

Menurut Navratilova, Serena punya hak untuk protes atas perlakuan yang dirasanya tidak adil. Namun demikian, dia menilai aksi mengamuk di lapangan tidak pantas.

Argumen Serena bahwa ada perbedaan perlakuan antara petenis pria dan wanita tak luput dari serangan. Alih-alih mempertanyakan mengapa kalau petenis pria berlaku brutal kerap dibiarkan wasit sementara petenis wanita langsung kena penalti, seharusnya petenis menjaga sikap.

"Saya pikir pertanyaan yang pantas ditanyakan kepada diri sendiri adalah: Apa cara yang benar untuk mendapatkan kehormatan terhadap olahraga kita dan menghormati lawan?" kata Navratilova.

Navratilova mengungkapkan sejumlah sikap dan perilaku Serena yang memang pantas mendapatkan teguran saat pertandingan tersebut. Menurutnya, wasit sudah memberikan peringatan awal sebelum akhirnya benar-benar memberikan teguran berujung penalti.

Dapat dua penalti, Serena mengamuk di atas lapangan. Amukan Serena tumpah dan dilepaskannya ke wasit asal Portugal, Carlos Ramos.

Setelah membanting raket, Serena mendekati Ramos dan memakinya. Kepemimpinan Ramos membuat Serena kecewa.

Ramos pun dianggap telah memberikan perlakuan berbeda antara petenis wanita dan pria.

Diuntungkan, Naomi Osaka yang jadi lawan Serena di final US Open pun jadi sasaran tembak penonton. Sorakan bernada negatif dialamatkan penonton kepadanya.

Meski tampil di bawah tekanan, Osaka nyatanya tetap mampu mengunci kemenangan dua game, 6-2 6-4, dan menggondol gelar juara US Open untuk kali pertama. Osaka pun mencetak sejarah dengan menjadi petenis Jepang pertama yang juara Grand Slam. (one)

Author
Penulis

Suryanta Bakti Susila

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.