< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Rabu,20 Februari 2019

Mengapa Wisata Gunung Berapi Tetap Marak Walau Berbahaya?

Berita Mengapa Wisata Gunung Berapi Tetap Marak Walau Berbahaya? terbaru hari ini 2018-12-24 22:10:01 dari sumber yang terpercaya

Walaupun sudah diperingatkan sebagai tindakan berbahaya dan berisiko, para wisatawan pencari sensasi tetap nekad mendatangi mulut kawah gunung berapi yang sedang meletus.

Fenomena "wisata gunung berapi" membuat ribuan orang berusaha mendekati lokasi letusan gunung berapi untuk melihat, mendengar, dan merasakan langsung betapa panasnya suhu di dekat mulut kawah.

Padahal, para geolog, otoritas terkait serta badan penanggulangan bencana di sejumlah negara telah memperingatkan bahwa tindakan nekad wisatawan gunung berapi itu berisiko.

Terakhir laporan penelitian Royal Geographical Society memperingatkan tentang risiko yang makin meningkat akibat "pariwisata gunung berapi".

Di sejumlah negara, seperti Islandia yang memiliki gunung berapi aktif, badan penanggulangan bencana harus bersaing dengan kedatangan wisatawan yang terus berduyun-duyun mendekati puncak gunung berapi yang sedang erupsi.

Kesimpulan penelitian itu menyebutkan para `turis gunung berapi` itu tak memahami risiko serius yang dihadapi saat melakukan pendakian mendekati mulut kawah.

Penelitian tersebut, yang diterbitkan oleh Royal Geographical Society dan ditulis oleh ahli geografi Universitas Cambridge, Amy Donovan, memperingatkan bahwa kehadiran pengunjung seperti itu dapat membahayakan bagi upaya penyelamatan

`Volcanophiles : Pecandu gunung berapi `

Amy Donovan mengatakan orang-orang yang mendatangi lokasi di dekat bibir kawah itu terpesona oleh kekuatan unsur gunung berapi dan tertarik untuk mendapatkan pengalaman yang khusus.

"Anda dapat menghirup gas, mendengar suara-suara dari dasar bumi. Mereka ingin lebih dekat untuk merasakan kekuatan bumi," katanya.

Pada ujung paling ekstrem, dia mengatakan apa yang disebut `volcanophiles`, kaum yang kecanduan gunung berapi, yang mengejar kwawah-kawah gunung berapi yang sedang meletus di berbagai penjuru dunia.


Fenomena `wisata gunung berapi` membuat ribuan orang berusaha mendekati lokasi letusan gunung berapi untuk melihat, mendengar, dan merasakan langsung betapa panasnya suhu di dekat mulut kawah. - Getty Images

Dia mengatakan peningkatan pariwisata gunung berapi didorong oleh menjamurnya telepon pintar, yang membuat penggunanya bisa merekam aktivitas mereka dalam situasi yang amat dramatis.

Tetapi, menurutnya, mereka juga tidak menyadari bahaya yang mengintai dari atas gunung berapi.

Ada yang terluka akibat terkena bongkahan batu atau bom lava. Atau sebagian lagi yang mendekati puncak kawah dan tidak menyadari kemungkinan terpapar gas beracun.

Para wisatawan gunung berapi ini kemungkinan tidak memahami seberapa cepat letusan bisa berubah berbahaya atau bahwa ancaman lain seperti banjir lava bisa muncul secara tiba-tiba

Jika terjadi sesuatu, para wisatawan nekad itu dapat membahayakan tim penyelamat sekaligus menunda rencana penyelamatan dalam skala yang lebih luas.

Di Islandia, ada sekelompok turis yang melanggar peraturan dengan menyewa helikopter untuk mencoba mendarat di malam hari di dekat gunung berapi.

Pada 2010, dua orang turis tewas akibat mencoba menyeberangi gletser demi mencapai puncak gunung berapi.

Hasil penelitian terbaru Royal Geographical Society mengungkapkan pula bahwa tindakan para `turis gunung berapi` itu membuat frustasi tim penyelamat karena mereka mendatangi lokasi-lokasi yang sulit untuk evakuasi jika terjadi kecelakaan atau insiden.

Sementara industri pariwisata justru mendorong wisata gunung berapi, sehingga Donovan mengatakan hal itu merupakan tantangan berat bagi pihak berwenang ketika terjadi situasi darurat.

"Para turis melanggar peraturan keselamatan. Anda tidak bisa mengawasi gunung berapi di malam hari," katanya.

"Banyak negara yang memiliki banyak gunung berapi aktif menghadapi dilema antara menarik wisatawan di satu sisi, sementara di sisi lain harus menjaga keamanan manusia. Ini sangat pelik" kata Donovan.

Author
Penulis

Renne R.A Kawilarang

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.