< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Juma`t,19 Oktober 2018

Miftahul Jannah Ngotot Pakai Hijab, NPC: Pelatih Judo Mungkin Sok Tahu

Berita Miftahul Jannah Ngotot Pakai Hijab, NPC: Pelatih Judo Mungkin Sok Tahu terbaru hari ini 2018-10-08 21:14:04 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun mengaku bersalah atas insiden yang menimpa atlet judo Indonesia, Miftahul Jannah. Selain itu, Senny juga meminta maaf kepada Miftah akibat keteledoran yang dilakukan oleh pihaknya.

Miftah gagal tampil dalam pertandingan Asian Para Games 2018 karena didiskualifikasi oleh wasit. Sebabnya dia enggan melepasnya hijabnya jelang pertandingan dimulai.

Hal tersebut sempat menimbulkan polemik. Pasalnya, peraturan untuk tidak memakai penutup kepala pada cabang olahraga judo memang sudah tertera pada peraturan Federasi Internasional Judo (IJF).

Insiden ini tentunya menjadi pukulan telak bagi NPC sebagai wadah kontingen Indonesia di Asian Para Games. Kejadian tersebut seharusnya bisa dihindari saat pertemuan antar ofisial pada sebelum pertandingan.

"Saya sangat menyesal sekali masalah itu bisa terjadi. Mungkin ini salah NPC, saya minta tolong dimaafkan. Ini karena keteledoran NPC juga sebetulnya. Saya minta maaf sekali lagi atas kejadian memalukan ini," kata Senny, dalam konferensi pers di Main Press Center (MPC) Asian Para Games di Gelora Bung Karno (GBK) Arena, Jakarta, Senin, 8 Oktyober 2018.

Lebih lanjut, Senny pun menyalahkan pelatih tim judo Indonesia yang membesut Miftah. Menurutnya, pelatih judo Indonesia tak mampu mengartikan regulasi-regulasi yang sudah tertera.

"Pelatih judo itu tidak bisa bahasa Inggris, maka ketika ada perintah dari APC (Asian Paralympic Committee) untuk itu, dia mungkin sok tahu dan tidak meminta bantuan orang lain tentang masalah itu. Sekali lagi, kami meminta maaf atas kejadian ini dan semoga masalah seperti tidak akan terulang kembali," ucapnya.

Memang, dalam artikel 4 poin 4 pada peraturan wasit dari IJF menyebutkan bahwa setiap atlet tidak diperkenankan memakai penutup kepala. Kecuali, penutup kepala tersebut memang diharuskan karena pengobatan atau menutupi cedera.

"Rambut panjang boleh diikat untuk kenyamanan peserta dan peserta lainnya (lawan). Pengikat kepala harus dari bahan karet atau serupa dan bukan dari bahan metal atau yang kaku. Kepala tidak boleh ditutupi kecuali atas alasan medis," demikian isi poin mengenai regulasi tersebut.

Miftah sejatinya bakal bertarung pada babak 16 besar kelas 52 kg putri yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Atlet berusia 21 tahun tersebut dijadwalkan akan melawan pejudo asal Mongolia, Gantulga Oyun.

Author
Penulis

Riki Ilham Rafles

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.