< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />

Netflix Cabut Sebuah Episode Komedi Satir setelah Arab Saudi Protes

Berita Netflix Cabut Sebuah Episode Komedi Satir setelah Arab Saudi Protes terbaru hari ini 2019-01-02 12:38:01 dari sumber yang terpercaya

Netflix mencabut sebuah episode komedi satir yang mengkritik penguasa kerajaan Arab Saudi dari layanan streaming mereka di negeri itu.

Episode kedua Patriot Act , dengan komedian AS berdarah India, Hasan Minhaj, dihapus setelah pemerintah Saudi menyampaikan keberatan resmi. Menurut mereka, komedi itu telah melanggar hukum anti-kejahatan siber Saudi.

Kepada Financial Times (FT) Inggris, Netflix mengatakan bahwa mereka sangat mendukung kebebasan artistik tetapi harus mematuhi hukum setempat.

Kendati dihapus dari Netflix, orang-orang di Arab Saudi masih dapat menonton episode itu di saluran YouTube.

Dalam episode yang dicabut itu, Minhaj mengkritik Putra Mahkota Mohammed Bin Salman terkait pembunuhan Oktober lalu terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Khashoggi adalah wartawan yang blak-blakan dalam kritiknya terhadap keluarga kerajaan Saudi, dan artikel-artikelnya di Washington Post banyak mengkritik putra mahkota, Mohammed bin Salman.

Saudi menyangkal keterlibatan bahwa putra mahkota, namun telah menahan dan mendakwa 11 orang untuk pembunuhan tersebut.

Dalam episode itu, Hasan Minhaj juga mengkritik langkah Saudi dalam konflik di Yaman.

Dilaporkan FT, Netflix menyatakan telah menghapus episode itu minggu lalu menyusul permintaan dari Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi kerajaan.

Netflix mengatakan: "Kami sangat mendukung kebebasan artistik di seluruh dunia, dan hanya mencabut episode ini di Arab Saudi setelah kami menerima permintaan yang sah secara hukum -dan untuk mematuhi hukum setempat."

Editor Khashoggi di The Washington Post, Karen Attiah, mengecam Netflix dengan mencuit bahwa keputusan itu `sangat keterlaluan`.

Khashoggi pernah bekerja sebagai penasihat keluarga kerajaan Saudi, namun kemudian dia keluar lebih dari setahun yang lalu dan pindah ke AS, lalu banyak menulis artikel yang kritis terhadap penguasa negerinya.

Reporters Sans Fronties, (RSF, Wartawan Lintas Batas) sebuah lembaga pemantau kebebasan pers, menempatkan Arab Saudi di peringkat ke-169 dari 180 negara untuk kebebasan pers dalam daftar yang diterbitkan Oktober lalu.

Author
Penulis

Renne R.A Kawilarang

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.