< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Senin,22 April 2019

Perang Dunia I dalam Potret Inframerah

Berita Perang Dunia I dalam Potret Inframerah terbaru hari ini 2018-11-13 09:15:01 dari sumber yang terpercaya

Memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I, fotografer Jonathan Beamish mendokumentasikan jejak konflik berskala global tersebut menggunakan teknik fotografi inframerah.

Beamish mengabadikan lanskap yang berubah akibat Perang Dunia I menggunakan teknik fotografi inframerah di beberapa medan perang utama di Prancis dan Belgia.

"Di banyak tempat, bentang alam masih menunjukkan jejak-jejak peperangan yang sangat jelas," kata Beamish.

"Saya selalu tertarik pada fotografi inframerah karena itu membuat kita bisa melihat lebih dari penglihatan normal, ada warna-warna lain yang muncul dan Anda bisa melihat hal-hal yang hanya terlihat dalam gelap."

Beamish telah bereksperimen dengan teknik ini selama beberapa waktu, dan mengetahui fungsi inframerah dalam pengawasan militer.

"Saya mulai di Solferino dekat Danau Garda di Italia, lokasi perang satu hari pada 1859 yang menewaskan 40 ribu orang. Kengerian di Solferino, terutama kurangnya pertolongan pada mereka yang terluka adalah awal berdirinya Palang Merah Internasional," papar Beamish.

Dari situ Beamish mulai mendokumentasikan jejak-jejak Perang Dunia I dan konflik yang berakhir dengan gencatan senjata 100 tahun lalu.

"Kendati pepohonan, sesemakan dan tanaman sudah menutupi wilayah pedesaan juga perkebunan di Zona Barat, wilayah perang utama PD I, tapi jejak pertempuran besar itu tetap terlihat," kata Beamish.

"Saya ingin melakukan sesuatu untuk mengingatkan, meskipun kecil, agar orang-orang tidak melupakan sejarah yang memilukan ini. Seperti juga banyak orang lainnya, saya kehilangan leluhur di Perang Dunia I. Berapa banyak dari kita yang merinding saat membaca nama keluarga di monumen memorial seperti Menin atau Thiepval?

"Lalu bagaimana dengan orang-orang yang hilang dan tidak pernah ditemukan juga desa-desa yang hilang dan lanskap dan menyisakan jejak perang?"

Beamish mengatakan menggunakan fotografi inframerah mungkin bisa memunculkan hal yang selama ini tersembunyi, atau setidaknya memberi perspektif yang berbeda.

"Fotografi inframerah memberi pilihan visual yang lebih luas, terutama dengan adanya teknologi digital. Secara kasat mata, hasilnya terlihat lebih mistis," ungkapnya.

"Warna yang dihasilkan seperti berasal dari dunia lain."

Beamish menggunakan dua langkah untuk memproses gambar-gambarnya, satu filter yang menekankan warna merah dan biru, serta filter lainnya yang membuat langit tetap terlihat biru, namun dedaunan berubah pucat.

Author
Penulis

Renne R.A Kawilarang

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.