< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Rabu,20 Februari 2019

Perempuan Muslim Anggota DPR AS Berbaju Adat Palestina saat Dilantik

Berita Perempuan Muslim Anggota DPR AS Berbaju Adat Palestina saat Dilantik terbaru hari ini 2019-01-04 20:19:02 dari sumber yang terpercaya

Politikus Rashida Tlaib dari Michigan, salah satu perempuan Muslim pertama yang terpilih di DPR, mengenakan baju tradisional Palestina yang dijahit ibunya saat pelantikan anggota DPR, Kamis lalu.

Awalnya, Tlaib berencana untuk disumpah dengan Quran milik Thomas Jefferson, tapi kemudian ia berubah pikiran, seperti dilansir Detroit Free Press.

Dia dan politikus Demokrat lainnya, Ilhan Oimar, dari Minnesota adalah dua perempuan Muslim pertama yang terpilih di DPR.

Sementara itu, Deb Haaland, anggota DPR yang merupakan keturunan orang Amerika asli atau sejuga menggunakan baju tradisional saat pengambilan sumpah.

Politikus Demokrat dari New Mexico, yang merupakan salah satu dari dua perempuan keturunan Amerika asli pertama yang terpilih di DPR, memakai pakaian tradisional suku Pueblo. Dia menggunakan perhiasan berwarna silver dan biru-hijau dan sepatu sandal.


Anggota DPR AS, Deb Haaland, menggunakan baju tradisional Pueblo - Getty Images

Pada hari Kamis, ratusan anggota parlemen dari seluruh AS tiba di Washington untuk disumpah menjadi anggota DPR.

Meskipun tidak ada teks tertulis untuk pengambilan sumpah itu, banyak anggota parlemen yang bersumpah dengan memegang Alkitab saat mereka berjanji untuk melindungi AS dari "semua musuh, baik yang asing atau pun domestik".

Saat wawancara dengan media Detroit Free Press, Tlaib, 42, mengatakan awalnya dia ingin memakai Quran milik presiden ketiga AS, Thomas Jefferson, saat pengambilan sumpah. Namun, dia memutuskan untuk menggunakan Quran yang dimiliki keluarganya.

"Saya bersumpah dengan Quran untuk menunjukkan bahwa orang Amerika terdiri dari berbagai latar belakang dan kita semua mencintai keadilan dan kebebasan".


Tlaib tertawa saat satu dari empat anak melakukan gerakan dabbing, gerakan menyelipkan kepala ke dalam lekuk tangan, setelah ia memberikan suara untuk Nancy Pelosi - Getty Images

"Bagi saya ini sangat penting karena banyak orang AS yang merasa bahwa Islam adalah agama yang asing bagi sejarah negara ini," ujarnya.

Padahal, katanya, "orang Islam sudah berada di sini sejak awal... Sejumlah

bapak bangsa AS tahu lebih banyak soal Islam dibandingkan anggota DPR AS saat ini."


Ilhan Omar menggendong anak anggota parlement Eric Swalwell ketika proses pengambilan suara di DPR - EPA

Tlaib, politikus Demokrat yang mewakili Detroit, mengatakan ia memakai baju tradisional Palestina, yang disebut thobe, yang dijahit oleh ibunya yang hijrah ke AS dari Tepi Barat saat ia berusia 20 tahun.

Tlaib adalah ibu dari dua anak laki-laki dan anak sulung dari 14 bersaudara.


Paman Tlaib,yang tinggal di West Bank, menunjukkan foto Tlaib saat ia kecil - Getty Images

Neneknya masih tinggal di West Bank. Tlaib berkata dia berharap memimpin delegasi AS setelah memulai tugasnya.

Di sosial media, dia membagikan gambar baju yang dia kenakan dan meminta pengikutnya untuk membagikan baju tradisional mereka dengan tagar #TweetYourThobe.

Ketika merayakan anggota DPR baru dari Demokrat, banyak orang di Twitter yang menyoroti anggota DPR dari Partai Republik yang kurang beragam.

Author
Penulis

Renne R.A Kawilarang

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.