< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Rabu,20 Februari 2019

Pria Amerika Jadi Orang Pertama Taklukkan Kutub Selatan Sendirian

Berita Pria Amerika Jadi Orang Pertama Taklukkan Kutub Selatan Sendirian terbaru hari ini 2018-12-27 21:08:01 dari sumber yang terpercaya

Seorang pria Amerika berusia 33 tahun menjadi orang pertama yang berhasil melintasi benua Antartika seorang diri dan tanpa bantuan orang lain.

Dalam lomba menaklukan hamparan es tersebut, Colin O`Brady mengalahkan seorang kapten dari Angkatan Bersenjata Inggris, Louis Rudd, 49 tahun, dengan menyelesaikan perjalanan dalam 53 hari.

Keduanya berangkat pada 3 November lalu, melintasi kutub utara dalam upaya yang dua tahun lalu menewaskan seorang mantan perwira Inggris.

Perjalanan sejauh 1.482 kilometer ini membawa mereka melintasi benua terdingin di Bumi yang ditandai sejumlah kondisi alam dan cuaca paling ekstrim.

O`Brady, seorang atlet profesional, mengunggah foto- foto keberhasilannya di media sosial. Ia berbicara kepada BBC bagaimana ia melewati hari-hari terberatnya.

"Saya kelelahan, bung. Saya capek. Tapi saya setiap hari bisa membuat kemajuan berarti," katanya lewat telepon satelit pada 20 Desember - hari ke-47 - saat ia mendirikan tenda di punggung bukit yang membentuk formasi menyerupai gelombang es keras atau dikenal sebagai sastrugi.

Setelah melewati hari yang ia sebut seperti "berada di dalam bola ping-pong" O`Brady mengatakan bersyukur bisa melewati hamparan salju dan es tebal dengan jarak pandang terbatas, tanpa mengalami patah kaki.

"Setiap hari selama 12 sampai 13 jam, saya menyeret kereta luncur yang beratnya hampir 170 kilogram melintasi benua paling brutal di dunia itu," katanya.

Ia mangaku berat badannya turun drastis sampai arlojinya bisa terlepas begitu saja dari lengannya. Ia juga mengaku `ngeri` melihat penampilan fisiknya jika tidak mengenakan pakaian.

 

Lomba menaklukan daratan es

 

Kedua pria itu berangkat dari Ronne Ice Shelf setelah cuaca buruk menunda keberangkatan mereka selama beberapa hari.

Mereka pertama kali bertemu di sebuah bar hotel di Chili, selang beberapa hari kemudian keduanya sepakat untuk menjalani kompetisi melintasi Antartika seorang diri tanpa bantuan pihak lain.

Keduanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Pada tahun 2008 O`Brady menderita luka bakar parah di tubuhnya sampai 25% selama liburan di Thailand, sehingga dokter mengatakan kepadanya bahwa ia mungkin tidak akan pernah bisa berjalan normal lagi.

Namun ia bisa pulih dan melanjutkan lomba triathlon sebelum melakukan ekspedisi pendakian Tujuh Puncak - mendaki puncak-puncak gunung tertinggi di setiap benua.

Ia juga bermain ski di kutub utara dan selatan serta melakukan pendakian ke gunung-gunung tertinggi di setiap negara bagian di AS.

Selama ekspedisi, ia banyak mengunggah kata-kata inspirasi di Instagram, dan menggunakan telepon satelitnya untuk menjawab berbagai pertanyaan setiap malam dari salah seorang dari ribuan siswa - yang mengikuti ekspedisi solonya melalui media sosial.

Adapun sang kompetitor, Rudd, adalah ayah dari tiga anak, mendapat cuti dari kesatuan militernya, untuk berlatih agar bisa mengikuti lomba.

Ia terinspirasi untuk melakukan petualangan ini setelah teman sekaligus rekannya, Henry Worsely, meninggal saat menempuh perjalanan di rute yang sama.

Worsley meninggal karena sakit setelah berhasil diselamatkan sekitar 48 kilometer dari garis akhir di Ross Ice Shelf.

Rudd yang setiap hari mengirimkan laporan dari hamparan es, pada malam Natal membawa bendera yang pernah dibawa Worsely ke berbagai tempat yang nyaris dijangkau temannya.

"Saya membawa bendera Henry, yang ia bawa dalam semua perjalanannya, dan sangat penting bagi saya bahwa, kali ini, benderanya menyusuri setiap lintasan, dan menempuh perjalanan hingga akhir," katanya.

"Selanjutnya..."

 

Tinggi, kering, dan dingin

 

Kutub selatan atau Antartika bukan hanya terkenal sebagai benua terdingin di Bumi, tetapi juga merupakan daratan tertinggi dan paling kering.

Dinginnya suhu Antartika membekukan semua kelembaban, akibatnya secara teknis membuat pemandangan menjadi gurun.

Ketebalan es yang menutupi benua juga menjadikannya sebagai daratan dengan ketinggian rata-rata tertinggi dengan puncak yang mencapai 9.613 kaki.

Sinar matahari, yang bersinar 24 jam sehari di musim panas, kata O`Brady, "aneh dan membingungkan tapi saya sebenarnya agak menyukainya," karena memungkinkan ia untuk mengisi ulang panel surya.

Kedua pria ini harus membawa semua kalori yang akan mereka konsumsi sepanjang perjalanan, tugas yang mustahil mengingat tingkat tenaga mereka, dan merebus es dan salju untuk semua air minum mereka.

Terlepas dari sesekali mereka bisa melihat satu sama lain sebagai bintik di cakrawala, mereka sedikit sekali berjumpa dengan beberapa bentuk kehidupan lain.

Di Kutub Selatan, O`Brady mengatakan ia melihat beberapa tanda kehidupan dari para ilmuwan kutub yang ditempatkan di sana, namun dilarang menerima bantuan apa pun dari mereka, karena akan bertentangan dengan misi menjelajahi kutub selatan tanpa bantuan.

Sebelum tidur, mereka masing-masing mengemas semua pakaian basah mereka ke dalam kantong tidur mereka, sehingga mereka bisa menggunakan panas tubuh mereka untuk mengeringkan perlengkapan sepanjang malam.

Tetapi segera mereka akan kembali ke tempat tidur masing-masing yang nyaman, mengkaji pencapaian ini dan memimpikan tujuan berikutnya yang sebelumnya dianggap mustahil.

Author
Penulis

Endah Lismartini

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.