< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Sabtu,17 November 2018

Ridwan Kamil Klaim Teknologi Korea Cocok untuk Jalur Ekstrem Jabar

Berita Ridwan Kamil Klaim Teknologi Korea Cocok untuk Jalur Ekstrem Jabar terbaru hari ini 2018-09-12 16:42:01 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengklaim penyediaan pembatas jurang bersilinder putar di jalur-jalur rawan kecelakaan merupakan inovasi pembangunan terbaik dari yang sudah ada.

Bahkan, teknologi tersebut akan disediakan di jalur kecelakaan maut di Kabupaten Sukabumi yang menewaskan 21 orang.

"Enggak ada lagi (yang lebih baik). Sok kalau ada (yang lebih baik), kasih tahu saya," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung Jawa Barat, Rabu 12 September 2018.

Menurut Kang Emil, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat sudah diinstruksikan untuk mengkaji penerapan teknologi tersebut. "Dishub sudah saya perintahkan untuk cari datanya. Kalau perlu terbang ke Korea untuk memastikan kita bisa mendapatkan itu secepatnya di anggaran terdekat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan, penyediaan teknologi tersebut akan diajukan pada APBD Perubahan 2018. Menurutnya, hasil evaluasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polda Jawa Barat, di jalur tersebut membutuhkan fasilitas angkutan jalan tambahan.

"Ya kita akan pasang. Nanti diajukan di alokasi anggaran, kita akan pasang di tempat rawan karena melihat di Korea, sudah kita pelajari," ujar Dedi

Sebelumnya, kecelakaan maut di Jalan Cibadak-Palabuhanratu Kampung Bantarselang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah menewaskan 21 penumpang bus Jakarta Wisata Transportasi yang terjun ke jurang dengan kedalaman 31 meter pada Sabtu 8 September 2018 pukul 12:05 WIB.

Kecelakaan maut itu bermula ketika Bus Jakarta Wisata Transportasi bernopol B 7025 SGA yang membawa 37 penumpang melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu.

Saat melewati jalan berkelok dan menurun, pengemudi bus diduga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Dengan kurangnya menguasai situasi medan jalan, sehingga bus melaju ke ruas kanan jalan dan terperosok ke dasar jurang dengan ketinggian 31 meter.

Author
Penulis

Dedy Priatmojo

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.