< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Senin,25 Maret 2019

Rumah Hunian Sementara Korban Gempa Lombok Sudah Disiapkan

Berita Rumah Hunian Sementara Korban Gempa Lombok Sudah Disiapkan terbaru hari ini 2018-09-30 22:26:02 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Usaha untuk membantu korban Lombok untuk tinggal di tempat yang layak terus diupayakan. Bantuan demi bantuan masih terus disalurkan untuk membangun Lombok usai gempa. Salah satunya adalah membangun rumah hunian sementara (huntara) untuk masyarakat Lombok yang menjadi korban gempa. 

Berdasarkan informasi dari lapangan, menurut Director Professional Delivery Services PT. Abyor International Dony Rivai, sumbangan berupa pangan dan sandang dinilai sudah mencukupi. Sementara hal yang sangat diperlukan adalah pembangunan kembali rumah, sekolah dan bangunan lainnya.

Hal ini sinkron dengan program yang sedang direncanakan oleh rekan-rekan dari Ikatan Alumni ITB yang merencanakan pembangunan rumah dan bangunan dengan konsep hunian sementara dari bambu, termasuk di dalamnya: family shelter, communal shelter, hunian, MCK dan posko untuk relawan. Maka dari itu, Abyor bekerjasama dengan Alumni ITB membangun rumah hunian sementara.

Hunian sementara hasil rancangan arsitek ITB terbuat dari bambu karena beberapa pertimbangan. Penggunaan bambu dalam konstruksi disebabkan strukturnya lebih ringan, lebih elastis, dan tidak mudah pecah sehingga lebih dapat diandalkan.

Agar dapat lebih awet, bambu yang digunakan diplester untuk mencegah risiko kerusakan akibat hujan, kelembaban, jamur, rayap, dan kebakaran. Selain dapat diandalkan, pemakaian bambu sebagai bahan utama huntara juga lebih mengoptimalisasi biaya karena hanya membutuhkan biaya Rp20 juta untuk bahan bambu yang dipakai.

Ada beberapa bangunan yang dibuat di tahap awal sebagai percontohan yakni 1 unit family shelter, 1 unit communal shelter, 1 unit rumah huntara, dan 1 unit Geodome untuk Posko relawan. Pembangunan seluruhnya berlokasi di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Huntara yang dibangun memiliki luas 4 m x 6 m dengan 1 kamar di mezzanine yang bisa dipisah menjadi dua. 

Tim relawan gabungan Abyor-ITB-Unram memulai proses pembangunan di area yang tertimpa bencana sejak awal September di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Juga didirikan posko hasil kerjasama PT. Abyor International, Yayasan LAPI-ITB, Ikatan Alumni ITB dan Yayasan Solidarity Forever sebagai pusat koordinasi dari kegiatan bantuan.

“Kami berharap dan berdoa agar warga Lombok dapat kembali bangkit, baik secara fisik, maupun secara moral,” ujar Dony Rivai. (ren)
 

Author
Penulis

Finalia Kodrati

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.