< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Minggu,15 September 2019

Seks Kasar Tewaskan Pasangan, Miliarder Inggris Dipenjara

Berita Seks Kasar Tewaskan Pasangan, Miliarder Inggris Dipenjara terbaru hari ini 2018-12-18 19:47:02 dari sumber yang terpercaya

Seorang maha kaya Inggris dijatuhi hukuman penjara tiga tahun delapan bulan, setelah mengaku bersalah meninggalkan pasangannya dalam keadaan terluka berlumuran darah sesudah mereka melakukan `seks yang liar dan kasar`.

John Broadhurst, 40, mengaku bersalah untuk pasal pembunuhan karena kelalaian di Pengadilan Birmingham minggu lalu. Pengadilan membatalkan dakwaan pembunuhan berencana.

Pasangannya, Natalie Connolly menderita lebih dari 40 cedera di bagian-bagian tubuh berbeda.

Saat menelpon nomor darurat 999, John Broadhurst, mengatakan kepada operator bahwa ia menemukan pasangannya `mati bagaikan donat` di rumah mereka di Kinver, Staffordshire, pada bulan Desember 2016.

Broadhurst mengklaim bahwa pasangannya, ibu berusia 26 tahun itu terluka akibat aktivitas suka sama suka yang diwarnai oleh alkohol dan obat-obatan.

Dalam persidangan sebelumnya disebut bahwa Natalie Connolly pernah mengatakan kepada orang-orang bahwa dia dan terdakwa memiliki minat dalam seks masokistik.


Natalie Connolly baru-baru ini pindah ke rumah Broadhurst. - Family handout

Pengusaha properti yang dikatakan memiliki kekayaan hingga £15 juta (sekitar Rp250 miliar) itu mengaku bersalah untuk pembunuhan karena kelalaian besar dengan meninggalkan Connolly begitu saja dan tidak segera menghubungi layanan darurat dalam situasi ketika `risiko kematian akibat kondisi Connoly sudah begitu jelas`.

Jaksa penuntut menyebutkan terdakwa `sepenuhnya kehilangan kendali` selama peristiwa seks penuh minuman keras dan narkoba itu, sebelum meninggalkan Connolly untuk mati.

Hakim Julian Knowles berkata: "Anda saat itu mampu mengambil keputusan dan membuat pilihan. (Yang Anda lakukan) Ini adalah perilaku yang sangat tidak bertanggung jawab.

"Anda meninggalkan perempuan muda yang dalam keadaan rentan itu untuk mati dalam situasi yang paling menyedihkan dan sebetulnya paling bisa dihindari."

Natalie Connolly dinyatakan meninggal pada 18 Desember 2016 setelah Broadhurst akhirnya memanggil paramedis ke rumah mereka. Dia meninggal karena keracunan alkohol akut dan cedera parah akibat benturan.

Pengacara Stephen Vullo QC, berdalih bahwa Broadhurst tahu pasangannya mengalami pendarahan tetapi tidak menyangka bahwa separah itu.

Keluarga korban mengatakan, dia mungkin hidup hari ini jika Broadhurst menelepon layanan darurat lebih cepat.


Pasangan itu mabuk-mabukan sebelum kematian Connolly. - Google

Mereka mengatakan: "Sekarang jelas bagi kami bahwa pengakuan bersalah yang oleh Broadhurst menunjukkan bagaimana ia secara tak berperasaan meninggalkan Natalie di ujung tangga, tanpa mempedulikan martabat atau keadaannya.

"Dia menunjukkan betapa tidak berperasaan dan tidak punya rasa hormatnya dia sebenarnya. Ia tidak pernah secara terbuka meminta maaf atau menunjukkan penyesalan atas kekejamannya meninggalkan putri saya hingga mati."

Pernyataan itu juga menyebut bahwa kini putri Natalie Connolly harus `menjalani hukuman seumur hidup` dengan hidup tanpa ibunya yang tewas dalam peristiwa itu.

Author
Penulis

Renne R.A Kawilarang

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.