< img src="https://d5nxst8fruw4z.cloudfront.net/atrk.gif?account=Uueio1IWNa10zM" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Sabtu,07 Desember 2019

Terungkap, Sebab Bulutangkis Indonesia Kerap Gagal di Turnamen Beregu

Berita Terungkap, Sebab Bulutangkis Indonesia Kerap Gagal di Turnamen Beregu terbaru hari ini 2018-10-02 04:19:02 dari sumber yang terpercaya

VIVA – Prestasi bulutangkis Indonesia di ajang beregu yang kurang mengesankan menjadi catatan tersendiri dalam beberapa waktu belakangan ini. Kegagalan di persaingan Piala Thomas-Uber, Piala Sudirman dan nomor beregu di sejumlah multievent bergengsi tentunya jadi sorotan publik Tanah Air.

Aspek ini pula yang jadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas performa para pebulutangkis nasional untuk bisa kembali merengkuh kejayaan di nomor beregu.

Hal tersebut terungkap saat sesi konferensi pers jelang bergulirnya ajang Superliga Junior yang akan berlangsung 16-21 Oktober 2018 di Magelang. Di mana ajang itu bisa jadi alternatif membangun pengalaman pemain muda dalam berlaga di pertarungan beregu level dunia.

"Penting ada kejuaraan beregu, salah satunya untuk penilaian. Main beregu beda sama perorangan, nantinya kita bisa menilai dan tak seperti beli kucing dalam karung untuk memilih skuat dalam kejuaraan beregu kayak Piala Thomas-Uber, Piala Sudirman, SEA Games, Asian Games. Seperti modal dalam memilih tim," ungkap Imelda Wiguna yang juga merupakan Ketua Harian PB Jaya Raya Jakarta.

Sejumlah faktor pun dipercaya jadi kendala performa skuat Merah Putih saat berlaga dalam satu kesatuan tim yang menantang jajaran lawan tangguh, seperti yang diungkapkan legenda putri bulutangkis Tanah Air, Imelda Wiguna.

"Kejuaraan beregu juga sulit diprediksi, meski sudah membayangkan head to head dari nama-nama. Tapi tetap ada faktor non teknis contohnya kekompakan tim," tegas juara ganda putri dan campuran All England 1979 itu.

Ungkapan senada juga dipaparkan oleh mantan pebulutangkis putri lainnya, Yuni Kartika. Menurut perempuan yang dijadikan nama trofi Superliga kategori U-17 putri itu, ada momentum bagus yang bisa dibangun dari ajang beregu junior kali ini.

"Semakin muda bisa main beregu, semakin baik. Karena pengalaman main beregu sangat jarang, kejuaraannya sedikit. Degan sistem Thomas-Uber bakal jadi bekal pemain muda naik ke kelas berikutnya. Mental mereka nanti terbiasa di level beregu yang lebih sulit," jelas Yuni Kartika.

Author
Penulis

Pratama Yudha

Mungkin yang Anda suka
Jadilah orang pertama yang menuliskan komentar! Tulis komentar

Tinggalkan komentar

**) Dengan mengirim komentar ini artinya Anda setuju dan patuh dengan syarat dan ketentuan kami.